بسم الله الرحمن الرحيم
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ, غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين... أمِينْ






Kamis, April 12

JENIS-JENIS MUAMALAT

Berjual beli

MUAMALAT: berjual beli
Manusia adalah sebagai Khalifah yakni pemimpin dunia yang memegang amanah dan bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi. Syariat islam mencegah kepemilikan harta secara batil / haram seperti mencuri, merampok, tipu, riba, monopoli dan sebagainya dan menjauhkan praktek tindas menindas, memeras dan bakhil dalam pengamalan ekonomi islam. Tujuannya adalah untuk saling bantu membantu sesama manusia melalui semangat persaudaraan, pengorbanan, kasih sayang dan menghormati sesama makhluk.
Berjual beli
Definisi jual beli dari segi bahasa adalah pertukaran sesuatu barang dengan sesuatu barang.Dari segi istilah disebut 'al-baie' berarti menjual, mengganti dan mengganti sesuatu dengan sesuatu yang lain.
Rukun jual beli adalah:
A.Penjual dan pembeli
Persyaratan penjual dan pembeli:
-Berakal dan tidak sah jual beli orang gila
-Dengan kehendaknya sendiri.tidak sah jual beli dengan paksaan.
-Tidak 'Mubazzir' yakni pemboros / bodoh.
(Walinya berwenang / berhak mengelola harta orang yang mubazzir
dengan sebaiknya)
-Cukup umur yakni baligh.
B.Barangan yang dijual
Persyaratan barang:
-Barangnya suci.
-Bermanfaat.
-Dapat dikuasai.Tidak sah menjual barang yang hilang atau belum pasti.
-Milik sendiri atau yang dikuasai.Tidak sah menjual harta orang lain.
-Diketahui penilaian (jenis dan sifatnya).
C.Ijab dan Qabul (Shighah)
-Ijab yakni lafaz vendor seperti:
'Aku jual barang ini pada harga seribu Rupiah Malaysia'
-Qabul yakni jawab pembeli seperti:
'Saya beli dengan harga tersebut'
D.Ada Harga
MUAMALAT EKONOMI ISLAM
Hal-hal yang berkaitan dengan muamalat dalam bidang ekonomi;
JENIS-JENIS MUAMALAT
Al-Wadiah
Penyimpanan uang atau harta kepada pihak terpercaya.
Al-Mudharabah
Kemitraan bisnis antara pemilik dengan pengusaha berdasarkan persetujuan bersama.
Al-Murabahah
Penjualan penambahan untung yang telah disetujui pembeli dengan penjual karena sebab tertentu.
Baius-salam
Penundaan penyerahan barang yang telah dibayar oleh pembeli sesuai persyaratan tertentu.
Baiul-takjiri
Sewa jual, Pemilik harta setuju menjual setelah suatu periode tertentu kepada penyewa.
Al-Ijarah
Upahan, Perjanjian antara pihak pengambil upah dengan pihak menerima upah.
Al-Wakalah
Menunjuk orangg yang terpercaya dapat menawarkan harta berdasarkan upah yang disetujui.
Al-Qardul Hasan
Pinjaman sesuatu harta sesuai persyaratan tertentu.
Ar-Rahnu
Gadaian harta.Dari segi istilah yakni menjadikan suatu barang sebagai jaminan untuk sesuatu utang dan menjadi ganti pembayaran jika tak terdaya membayar hutang.
SYARAT gadaian yaitu;
-Ada tanda serah terima yakni Ijab dan Qabul.
-Harta gadaian benda sah dijual.Tidak sah menggadai harta wakaf.
-Penggadai dan penerima akil baligh.Tidak dapat wali atau penjaga menggadai harta anak kecil, anak yatim, harta milik orang gila kecuali terpaksa.
-Penggadai tidak rugi.
-Penerima gadaian tidak rugi.
RUKUN gadaian yaitu:
-Penggadai dan penerima adalah;
> Anggota / layak dalam mengelola hartanya.
-Barang yang digadai, yakni semua jenis barang yang sah dijual beli.
-Barang yang diberi kepada penggadai yaitu;
Penerima dan penggadai tahu tentang kondisi barang.
Biaya yang diberi kepada penerima dihitung utang.
Barang yang dirampas atau dipinjam tidak sah untuk gadaian.
-Lafaz yakni sighah;
Tidak diselingi kata lain antara ijab dan qabul. Juga tidak diselingi oleh diam yang lama.
Tidak sah bertaklik menggunakan jangka waktu.

Tidak ada komentar: